Buruh Tani Tembakau di Ponorogo Dapat Bekal Keahlian Barista dan Barber

TIDAK hanya menerima bantuan tunai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Namun, para buruh tani tembakau di Ponorogo juga mendapat pelatihan beragam keahlian dengan pembiayaan dari dana transfer ke daerah penghasil cukai maupun penghasil tembakau itu.

FOTO: DISNAKER PONOROGO

“Pelaksanaan pelatihan sudah berjalan tiga tahun terakhir ini,” kata Jekti Utami, kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, Kamis (17/10/2024).

Disnaker sengaja mengundang sejumlah instruktur bersertifikasi untuk membekali para buruh tani tembakau. Instruktur itu berlatar belakang barista (pramu kopi), barber (pemangkas rambut), ahli tata boga, dan ahli tata busana. “Peserta pelatihan tahun ini terdiri 160 buruh tani tembakau dari 10 desa,” terang Jekti.

Menurut dia, peserta antusias mengikuti pelatihan sesuai peminatannya. Masa pelatihan berlangsung 10 hari. Jekti optimistis di antara buruh tani tembakau itu mampu mempraktikkan keahlian yang didapat dengan membuka usaha baru. “Mampu bekerja secara mandiri sehingga taraf kehidupannya meningkat,” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan, program pelatihan dengan sokongan DBHCHT itu memiliki jangkauan yang lebih luas. Bahkan, ada pendampingan berkelanjutan berupa bantuan permodalan, pemasaran, dan manajemen usaha. (tim kominfo)