Tampilan Grup Reog Perempuan dari Ponorogo Tandai Tiga WBTb Indonesia Masuk Daftar UNESCO
PONOROGO menampilkan reog lain dari yang lain bersamaan Kementerian Kebudayaan menggelar “Rayakan Budaya Indonesia” (Raya) menandai keberhasilan tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia (Reog Ponorogo, Kolintang dan Kebaya) masuk daftar Intangible Cultural Heritage UNESCO. Grup reog Sardulo Nareswari dari Kecamatan Sawoo dengan mayoritas pemain perempuan tampil di Paseban Alun-alun Ponorogo, Minggu (22/13/2024) pagi.

Sardulo Nareswari unjuk kebolehan membarengi pawai Reog Ponorogo yang berlangsung di Sarinah Thamrin Jakarta. Dua pembarong perempuan Sardulo Nareswari, yakni Intan dan Suprihatin, tampil total. “Saya senang dan bangga karena Reog Ponorogo sudah mendapat pengakuan dunia,” kata Intan.
Intan menambahkan bahwa pengakuan UNESCO juga menghapus kekhawatiran Reog Ponorogo akan diklaim negara lain. Pun, penampilan Sardulo Nareswari juga meneguhkan Ponorogo sebagai asal muasal kesenian reog. “Jarang sekali ada grup reog perempuan, mungkin hanya Ponorogo yang punya,” katanya.

Sementara itu, Suprihatin merasakan penampilan Sardulo Nareswari yang spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember. Adanya grup reog perempuan juga ikut menegaskan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam semua aspek kehidupan. Suprihatin berharap semakin banyak perempuan yang tertarik terhadap kesenian reog. “Agar reog yang merupakan kesenian asli Ponorogo bisa terus lestari”, ungkap Suprihatin. (tim kominfo)