Fokus Perbaikan Tanggul Jebol dan Bersih-Bersih Sungai Tangkal Banjir di Ponorogo

TIDAK ada kamus libur tanggal merah bagi kepala daerah yang wilayahnya dilanda banjir. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menggelar rapat pleno penanganan banjir bertepatan libur Hari Natal pada 25 Desember 2024. Ini setelah intensitas hujan yang tinggi di Ponorogo kembali mengakibatkan sejumlah titik di Ponorogo terendam.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Mari bersama mengerahkan kekuatan yang ada untuk mencari alternatif cepat dalam penanganan, antisipasi, serta mitigasi bencana banjir yang terjadi di Ponorogo,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko–saat membuka rapat besar di Ruang Bantarangin itu.

Menurut Kang Bupati, fokus utama penanganan banjir di Ponorogo adalah mengatasi tanggul yang jebol serta pembersihan sungai. Bersamaan penetapan masa tanggap darurat bencana, maka penyelamatan korban dan harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsian, serta pemulihan sarana prasarana juga menjadi prioritas kegiatan.

Kang Bupati berharap keberadaan tim khusus yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri,Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Dinsos, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), serta Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo dapat mempercepat penanganan dampak bencana banjir. “Kami juga mengajak masyarakat bergotong royong ikut mengatasi persoalan banjir,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun menjelaskan bahwa progres perbaikan 23 titik tanggul yang jebol sudah mencapai 90 persen. Kerja bakti secara marathon mulai Sabtu (21/12/2024) hingga Selasa (24/12/2024) juga berupaya mengangkat sampah dan rumpun bambu yang menyumbat aliran sungai. “Kami mengerahkan alat berat untuk mempercepat pekerjaan,” jelas Masun.

Pekerja bakti juga menggunakan gergaji mesin (senso) untuk memotong rumpun bambu dan sebagian kayu agar mudah saat mengangkatnya dari sungai. “Tim khusus akan terlibat dalam penanganan tanggul jebol dan pembersihan sungai,” ungkap Masun. (tim.kominfo)