Setahun Berdiri, Ling Tien Kung Ponorogo Punya 1.500 Anggota Tersebar di Belasan Sasana
DIAM-DIAM, Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono ternyata rutin melakukan gerakan Ling Tien Kung setiap hari. Dia mengawali rutinitas itu dengan lebih dulu olahraga jalan cepat bersama istri.

“Setiap hari, saya selalu sempatkan melakukan gerakan Ling Tien Kung selama sepuluh menit,” kata Agus Pram –sapaan Sekda Agus Pramono–, saat hadir mewakili Bupati Sugiri Sancoko pada peringatan HUT ke-1 Ling Tien Kung Sasana Bumi Reog di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo, Sabtu (11/01/2025).
Menurut dia, Ling Tien Kung turut berperan membangun kesadaran masyarakat Ponorogo terkait kesehatan. Ling Tien Kung Sasana Bumi Reog dengan jumlah anggota sekitar 1.500 orang rutin berlatih kontraksi anus untuk membangkitkan energi positif pada tubuh. Latihan ini juga diyakini sebagai terapi beragam jenis penyakit. “Pemkab Ponorogo berkeinginan terus meningkat derajat kesehatan masyarakatnya,” terang Agus Pram.
Sementara itu, Mohammad Mashuri, ketua Koordinator Ling Tien Kung Sassna Bumi Reog, membenarkan bahwa organisasinya mengusung tagline “Terapi Sehat, Tanpa Obat, Tanpa Alat, dan Tanpa Ragat.” Para anggota berlatih gerakan yang menekankan kontraksi anus untuk membangkitkan energi positif pada tubuh. “Tujuannya adalah agar sehat dan bahagia,” ungkapnya.
Dia menyebut 15 Desember sebagai tanggal berdirinya Ling Tien Kung Sasana Bumi Reog. Namun, peringatan hari ulang tahun sengaja diundur karena masih dalam suasana duka bersamaan meninggalnya Suhadi, pendiri Ling Tien Kung di Ponorogo.

Perkembangan Ling Tien Kung Sasana Bumi Reog terbilang pesat karena sudah memiliki 16 sasana yang tersebar di sejumlah kecamatan. Padahal, awal-awal berdiri hanya memiliki 11 anggota. Peringatan HUT ke-1 Ling Tien Kung Sasana Bumi Reog juga ditandai latihan bersama dengan instruktur Ie Me, kepala Teknik Ling Ting Kung Pusat Surabaya. (kominfo/dna)