Seni Instalasi Reog dari 518 Knalpot Brong Hasil Razia Polres Ponorogo Selama Setahun
RATUSAN knalpot brong hasil razia Polres Ponorogo selama 2024 menjadi materi seni instalasi menarik. Pekerja seni memasang, menyatukan, dan mengonstruksi sebanyak 518 knalpot brong itu menjadi bentuk Reog Ponorogo. Seni instalasi reog dari bahan knalpot setinggi empat meter dengan lebar dua meter tersebut dipajang di Perempatan Mlilir, pintu masuk Ponorogo dari arah Madiun.

KREATIF : Bupati Sugiri Sancoko bersama Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo meresmikan seni instalasi reog bermaterikan knalpot brong di Perempatan Mlilir, Senin (13/1/2025).
“Seni instalasi ini sebagai Monumen Ponorogo Zero Knalpot Brong. Juga menjadi pengingat bagi pengendara motor bahwa knalpot brong terlarang,” kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Bayu Pratama Sudirmo, Senin (13/1/2025).
Dia mengungkapkan, pengerjaan seni instalasi itu memakan waktu lima hari. Ratusan knalpot brong disatukan dan dikonstruksi dengan sambungan las. Nyaris tidak ada bagian knalpot yang terbuang. Silincernya dimanfaatkan sebagai pengganti bulu merak. Sedangkan leher knalpot disusun menyerupai. bentuk kepala macan. “Menjadi bentuk reog yang utuh hasil kreativitas seniman asli Ponorogo,” ungkapnya.

Menurut Bayu, hasil razia knalpot brong selama 2024 itu naik dua lipat dibanding tahun sebelumnya. Knalpot brong dilarang karena menggangu pengguna jalan yang lain. Suaranya yang bising memekakkan indera pendengaran. Bahkan, kerap memicu perselisihan karena mengganggu ketenteraman masyarakat. ”Jangan gunakan knalpot brong, kalau tidak ingin kena tilang dan disita,” jelasnya. (kominfo/win)