Bupati Sugiri Bawa Pesan Kelestarian Lingkungan Saat Salurkan Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir

BENCANA banjir yang melanda Ponorogo akhir 2024 lalu memberikan pelajaran berharga. Bupati Sugiri Sancoko akhirnya menggaungkan gerakan penghijauan dengan membentuk gugus tugas. Bahkan, kesadaran cinta lingkungan bakal ditanamkan sedari dini di kalangan pelajar.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Gugus tugas penghijauan yang akan mengenalkan pentingnya menjaga alam dan lingkungan ke sekolah-sekolah mulai tingkatan yang paling rendah,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– saat menyerahkan bantuan tanggap bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ponorogo, Siman, dan Kecamatan Jetis, Selasa (21/01/2025).

Menurut Kang Bupati, pemerintah tidak menutup mata terhadap para korban banjir yang berada di 10 kecamatan di Ponorogo. Sebanyak 4.100 paket bantuan diserahkan ke warga terdampak. Pengadaan bantuan itu merupakan kerja bareng antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, dan Pemkab Ponorogo.

Kang Bupati memasang target penanganan persoalan lingkungan akan kelar lima tahun ke depan. Semua upaya yang dilakukan sekarang ini semata demi kepentingan bersama. Jika tidak menjaga kelestarian lingkungan, maka keseimbangan alam sulit terwujud. “Ketika kita selamatkan lingkungan, kita juga sedang mengupayakan keselamatan generasi masa depan,” tegasnya.

Di tiga kecamatan yang dikunjungi, Kang Bupati mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar. Setiap rumah tangga idealnya memilah sampah dengan baik. “Kelompokkan barang-barang dari plastik atau kardus. Akan lebih keren kalau sampah dapur dikubur di lahan masing-masing atau dijadikan kompos,” terang Kang Bupati.

Bersamaan itu, Kang Bupati ingin setiap rumah memiliki resapan air hujan. Ketika turun hujan dengan intensitas tinggi, maka air tidak lagi memenuhi drainase. “Kalau setiap bangunan dilengkapi dengan resapan, maka air hujan bisa kembali ke tanah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan 4.100 paket bantuan untuk korban banjir terdiri dari 12 item barang. Di antaranya, sandang dan beragam aksesorisnya; pangan dan bahan pangan; peralatan dan perlengkapan rumah tangga; serta peralatan pribadi. “Bantuan ini melengkapi paket bantuan yang disalurkan Dinas Sosial dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo,” ungkap Masun sembari menyebut jumlah bantuan yang disalurkan Dinsos P3A dan PKK mencapai 6.000 paket. (kominfo/mey/dna)