Duo Bromance Kang Giri-Kang Wi Kompak Tangani Problem Masyarakat di Ponorogo
SINERGISITAS lembaga eksekutif dengan legislatif di Ponorogo tercermin dari bromance (hubungan dekat) antara Bupati Sugiri Sancoko dan Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno. Dua pemimpin di pucuk pemerintahan itu kerap tampil seiring sejalan dalam menangani persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Pun, keduanya memiliki sapaan yang nyaris sama. Yakni, Kang Giri untuk Sugiri Sancoko dan Kang Wi alias Dwi Agus Prayitno.

TINJAU LAPANGAN : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno melihat langsung kondisi Jembatan Minggring yang ambrol, Kamis (17/4/2025).
Bromance Kang Giri dan Kang Wi kembali terlihat saat meninjau ambrolnya Jembatan Minggring di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, Kamis (17/4/2025). Pada hari yang sama, keduanya juga memantau kesiapan Dam Tambak Kemangi menangkal banjir di kawasan kota dan proyek drainase di sepanjang Jalan Menur. Kang Giri dan Kang Wi kerap terlihat berbincang serius. ‘’Segera bangun jembatan darurat di samping Jembatan Minggring untuk akses jalan 2.000 warga di empat dusun. Kami ingin mengatasi masalah tanpa masalah,’’ kata Kang Giri sambil melirik ke arah Kang Wi.
Duo Bromance itu ternyata sudah sepakat pembiayaan pembangunan jembatan darurat itu ditopang dana tidak terduga (DTT) kebencanaan. Bagaimana dengan nasib jembatan utama? Lagi-lagi antara Kang Giri dan Kang Wi berpendapat yang sama kendati rambut boleh sama hitam namun isi hati masing-masing. ‘’Kami biayakan dari PAK (perubahan anggaran keuangan), sambil menunggu aturan baru dari Mendagri. Perkiraan Juli sudah keluar (aturan baru), pekerjaan dapat dimulai Agustus,’’ ungkap bupati dua periode itu.
Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menegaskan bahwa sikap legislatif dan eksekutif tidak akan berseberangan jika sudah menyangkut kepentingan masyarakat. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak tega tatkala mendapati ribuan warga yang tinggal di empat dusun terpaksa melewati akses jalan memutar sejauh lima kilometer akibat jembatan putus. ‘’Belum lagi mengganggu aktivitas pelajar yang berangkat dan pulang sekolah,’’ terang Kang Wi.

Masih kata dia, problem banjir yang selama ini mendera warga yang berdiam di kawasan kota bagian timur segera teratasi dengan pembangunan drainase di ujung dan sepanjang Jalan Menur. Kang Wi sudah berkomitmen dengan Kang Giri untuk memprioritaskan infrastruktur pengendalian banjir. ‘’Dampak sosial dan ekonominya cup besar kalau banjir tidak ditangani dengan serius,’’ ujarnya.
Terkait keberadaan Dam Tambak Kemangi yang selama ini membentengi luapan air sungai di kawasan kota, Kang Wi setuju pembenahan pintu air. Dengan begitu debit air yang tertahan dan tersalurkan bakal optimal. ‘’Perlu mengangkat sedimen sungai agar kedalamannya terjaga. Problem dari normalisasi sungai ini adalah bangunan liar di sepanjang aliran sungai yang muaranya ke Dam Tambak Kemangi,’’ pungkas Kang Wi. (kominfo/win/arm)