Gubernur Khofifah Ikut TOC Gedung Gus Dur di RSU Muslimat Ponorogo yang Masuk High Rise Building
PEMBANGUNAN Gedung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di komplek Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo memasuki babak akhir. Topping off ceremony (TOC) sebagai tanda rampungnya pekerjaan struktur utama bangunan vertikal tujuh lantai itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh, dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (14/5/2025).
Khofifah menyebut pembangunan Gedung Gus Dur merupakan langkah maju dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Ponorogo. ‘’Juga sebagai komitmen kuat yang diberikan Muslimat kepada umat dan masyarakat dengan menyediakan fasilitas kesehatan modern,’’ kata gubernur perempuan yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Gedung Gus Dur termasuk high rise building (gedung bertingkat tinggi0 lantaran memiliki tujuh lantai dengan ketinggian bangunan lebih dari 23 meter. Pemanfaatan lantai satu hingga lantai tiga untuk parkir kendaraan. Sedangkan bangunan lantai empat hingga tujuh adalah ruangan rawat inap dengan kapasitas 64 tempat tidur pasien. Kata Khofifah, Gedung Gus Dur yang segera memasuki tahap finishing bakal menjadi kado terindah satu abad Hari Lahir (Harlah) NU yang jatuh pada 31 Januari 2026 mendatang. ‘’Capaian pekerjaan sudah sekitar 80 persen sehingga pada akhir Januari nanti dapat menjadi kado yang sangat berarti untuk seabad NU,’’ terangnya.

SIMBOLIS : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh, dan Bupati Sugiri Sancoko melakukan pengecoran terakhir dalam topping off ceremony di RSU Muslimat Ponorogo, Rabu (14/5/2025).
Khofifah beraharap RSU Muslimat dapat menjadi partner pemerintah dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting. Fokus terhadap kesehatan ibu dan anak itu juga selaras dengan tujuan berdirinya NU yang ingin memberikan pelayanan terbaik di bidang pendidikan dan kesehatan. RSU Muslimat Ponorogo sekarang ini masuk rumah sakit tipe C dengan standar paripurna bintang lima.
Sementara itu, Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Gus Dur sejalan dengan semangat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. NU selalu berkhidmat kepada umat serta mendampingi masyarakat. ‘’Semoga jadi investasi amal kebaikan. Ide saja tidak cukup, tapi harus diwujudkan bersama dalam upaya nyata,’’ ungkap mantan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sugiri Sancoko menyatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan ibu dan anak. Bahkan, Kang Giri ingin ada program khusus melibatkan puskemas, klinik, dan rumah sakit yang mengawal ibu selama mengandung hingga selamat saat melahirkan bersama bayinya. Berbarengan dengan itu, memantau pertumbuhan bayi agar luput dari stunting. “Fasilitas layanan kesehatan apapun bentuknya ikut berperan dalam menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting. Termasuk RSU Muslimat,’’ tegasnya.
Bupati Ponorogo dua periode itu sudah memerintahkan dinas kesehatan menelisik penyebab ibu meninggal saat menjalani persalinan berikut kematian bayi baru lahir. Pendataan ibu hamil juga harus rinci sesuai by name dan by address sehingga diketahui berapa jumlah persisnya. Pun, koordinasi antar- fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Ponorogoselama ini berjalan efektif. ‘’Kami terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,’’ terangnya. (kominfo/win)