Naiki Puncak Ketinggian Monumen Reog, Khofifah Sebut Ponorogo Jadi Referensi Peradaban Indonesia

TERJALIN keterikatan cukup kuat antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP). Sebab, Khofifah yang melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) bangunan setinggi 126 meter di atas perbukitan batu kapur Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo itu pada 11 Maret 2023 lalu. Bahkan, gubernur perempuan dua periode tersebut berani naik di ketinggian hingga lantai 14 tanpa phobia tatkala kembali mengunjungi MRMP, Rabu (14/05/2025).

FOTO: ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO

‘’Masyarakat Ponorogo patut berbangga karena akan memiliki bangunan ikonik yang semakin mengukuhkan Ponorogo sebagai kota budaya,’’ kata Khofifah saat ditemui di area proyek MRMP. Apalagi, UNESCO sudah menetapkan Reog Ponorogo menjadi Warisan Budaya takBenda (WBtB). ‘’MRMP akan menjadi simbol semangat kemajuan budaya di Ponorogo,’’ tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya. Khofifah menilai reog bukan seni pertunjukan semata. Melainkan juga mengandung nilai-nilai kesatriaan yang meliputi keberanian, ketangguhan, serta kemuliaan. ‘’Nilai-nilai ini mempengaruhi munculnya daya juang yang luar biasa,’’ jelas Khofifah.

Menurut dia, pembangunan MRMP layak menjadi referensi bagi perjalanan kemajuan peradaban Indonesia. Membangun sebuah peradaban yang menyangkut perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan membutuhkan proses yang panjang. Nah, Ponorogo sudah membuktikannya dengan perjuangan tanpa lelah melestarikan kesenian adiluhung bernama reog. ‘’Akhirnya kosakata Reog dan Ponorogo tidak lagi dapat dipisahkan. Warisan budaya yang sudah mendapat pengakuan dunia,’’ ungkap Khofifah yang Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU ini.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku semakin bersemangat merampungkan proyek MRMP lantaran mendapat dukungan dari Gubernur Khofifah. Dua kepala daerah itu juga selalu berdiskusi tentang arah pembangunan Ponorogo dan Jawa Timur. ‘’Bicara soal Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara, kalau dari arah barat tidak ada pilihan selain Ponorogo. Maka Monumen Reog dan Museum Peradaban ini harus tuntas,’’ terang Kang Giri.

Bupati Ponorogo memberikan bocoran bahwa pekerjaan bangunan utama (main building) MRMP hampir rampung. Bahkan, capaiannya menyentuh 98 persen. Jika pembangunan tahap pertama berupa konstruksi gedung dan patung reog kelar, maka langsung berlanjut ke tahap kedua. ‘’Juni sudah selesai untuk main buildingnya,’’ pungkas Kang Giri. (kominfo/mey)