Warga Belajar Kejar Paket di Ponorogo Jalani MPLS, Langsung Dikenalkan Kursus Keterampilan

TIDAK mau kalah dengan satuan pendidikan formal, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ponorogo juga menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan itu berlangsung dua hari menyasar warga belajar baru mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Memberikan pemahaman tentang lingkungan belajar di SKB, termasuk sistem pembelajaran yang unik, serta penguatan keterampilan berbasis kursus,” kata Kepala SKB Ponorogo Arif Pudianto, Selasa (15/7/2025).

Arif merinci SKB-nya menerima tambahan enam warga baru di tingkat PAUD, 15 warga belajar baru di Kejar Paket A (setara SD), 25 warga baru di Paket B (setara SMP), dan 40 warga baru di Kejar Paket C (setara SMA). “Tahun ini kami juga menyertakan 190 warga belajar lama yang belum sempat ikut MPLS,” terangnya.

Para warga belajar dikenalkan dengan sistem unit kerja yang ada di SKB. Mulai dari Pokja PAUD, Pokja Pendidikan Masyarakat (Dikmas), hingga kursus. “Harapannya, setelah lulus dari Paket C, mereka bisa ikut uji kompetensi kursus seperti tata boga, tata busana, dan komputer. “Kami berikan materi pelajaran komputer mulai kelas empat Paket A. Demikian pula tata boga sudah dikenalkan mulai Paket A sampai Paket B, kalau tata busana khusus Paket C,” rinci Arif.

Arif mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran di SKB menggunakan tiga pendekatan. Yakni, tatap muka langsung, tutorial mandiri di rumah, dan pembelajaran daring. Program pendidikan kesetaraan ini juga terintegrasi dalam kurikulum nasional yang juga memuat materi umum seperti sekolah formal lainnya. “Kami sengaja mengenalkan beragam kursus di SKB. Mereka juga bisa mengikuti program keterampilan, lulus Kejar Paket dapat ijazah dan lulus kursus dapat sertifikat kompetensi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan bukti komitmen pemerintah daerah memberikan pendidikan yang terbuka. Rata-rata lama sekolah penduduk akan meningkat bersamaan naiknya indeks pembangunan manusia (IPM).

“Semoga pendidikan kesetaraan bisa membawa kebaikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah memberikan perhatian khusus agar investasi pendidikan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Nurhadi. (kominfo/mey/nky)