Bupati Sugiri Dorong BUMDes Jadi Pemasok Bahan Lokal Program Makan Bergizi Gratis
SATU lagi harapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko agar badan usaha milik desa (BUMDes) memiliki daya saing tinggi. Yakni, menjadi bagian dari mata rantai pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Menjadi pemasok bahan pangan lokal dari sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan,” kata Kang Giri dalam agenda coffee morning di serambi belakang Pringgitan pada medio Juli 2025.

Menurut Kang Giri, MBG yang merupakan program nasional untuk meningkatkan gizi balita, ibu hamil, serta pelajar jenjang SD hingga SMA akan melibatkan sekitar 70 dapur umum di sejumlah wilayah di Ponorogo. BUMDes memiliki potensi besar dan strategis untuk ambil bagian sebagai penyedia bahan baku lokal. “Seiring waktu akan muncul banyak unit kecil produksi di desa-desa meskipun skalanya terbatas. Koridor pengawasan tetap berada di tangan BUMDes,” jelas Kang Giri.
Bupati Ponorogo dua periode itu mengungkapkan, tolok ukur keberhasilan MBG bukan hanya menyangkut penyediaan makanan sehat dan gratis. Melainkan juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi di desa yang bergerak secara berkelanjutan. Kang Giri sempat mengingatkan bahwa BUMDes adalah lembaga ekonomi yang berorientasi pada profit. “Maka saya berharap BUMDes di Ponorogo bisamenjadi pemasok utama bahan baku lokal program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.
Kang Giri juga menekankan pentingnya BUMDes menjalankan bisnis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Di antaranya, penyediaan sembako dan usaha peternakan yang ramah lingkungan. Kang Giri menolak pendekatan top-down dalam pengelolaan BUMDes. Sebaliknya, mendorong kolaborasi antara BUMDes dan masyarakat secara timbal balik. “Jangan sampai bisnis BUMDes tercerabut dari akar kebutuhan desa. Harus dikonsumsi, digunakan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan begitu, kincir ekonomi desa akan bergerak,” tegasnya.

Masih kata Kang Giri, BUMDes harus mampu menjalankan business plan yang realistis, tidak muluk-muluk, dan melibatkan sebanyak mungkin warga desa. Dengan pola seperti itu, maka pertumbuhan ekonomi desa akan berlangsung secara merata bersamaan BUMDes mampu memberikan kontribusi berupa deviden untuk pendapatan asli desa (PADes). (kominfo/art)