Bupati Sugiri Gagas Seleksi Tingkat Kecamatan, Hadiah Festival Karawitan Gamelan Komplet

FESTIVAL karawitan rutin digelar setiap Grebeg Suro dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo. Kategori festival adalah tingkat pelajar dan antar wakil tim penggerak PKK di 21 kecamatan. Festival yang berlangsung di Pendopo Agung itu butuh waktu berhari-hari karena ada puluhan peserta yang bergantian tampil.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sempat terperangah ketika mendapati ada 14 SD/MI, 16 SMP/MTs, dan 11 SMA sederajat yang mengirimkan kelompok karawitannya mengikuti festival. “Saya bangga terhadap semangat budaya ibu-ibu PKK dan para pelajar dalam melestarikan karawitan,” kata Kang Giri yang hadir pada hari pertama festival, Senin (4/8/2025).

Festival karawitan bersamaan peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo itu berlangsung selama empat hari. Kang Giri mengenang sewaktu masih anak-anak kerap melihat ibu-ibu berlatih karawitan. “Suasananya teduh karena harmoni suara gamelan. Beberapa tahun terakhir, suasana itu coba kita hidupkan kembali. Saya minta tahun depan seleksi dimulai dari tingkat kecamatan, hadiah utamanya seperangkat gamelan komplet,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ponorogo Susilowati merasakan festival karawitan yang semakin seru dan meriah. Apalagi, hadiah berupa uang pembinaan yang semula Rp 5 juta bertambah dua kali lipat. “Tahun depan pemenang akan menerima seperangkat gamelan berbahan perunggu, kuningan, dan besi sesuai urutan juara. Formulasi festival akan lebih ditata agar berkelanjutan,” terang istri Bupati Sugiri Sancoko itu.

Terpisah, Sindu Prawoto, ketua panitia festival karawitan, menyebut jumlah peserta dari kalangan pelajar bertambah. Ini menunjukkan bahwa Ponorogo tidak kehilangan generasi pelestari seni karawitan. Pun, setiap kecamatan memiliki grup karawitan aktif yang dimotori oleh ibu-ibu PKK. “Masih ada generasi yang peduli dengan karawitan,” tegas Sindu Parwoto sembari mengungkapkan sejumlah sekolah memasukkan seni karawitan sebagai muatan lokal berdampingan dengan mocopat dan kesenian reog. (kominfo/arm)