Kades Rusmiatin Setia Dampingi Sekar Wiromo Maju Festival Karawitan Hari Jadi Ponorogo

BUTUH persiapan lebih ketika Sekar Wiromo, kelompok karawitan dari Desa Dadapan, harus tampil di festival bersamaan peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo. Sekar Wiromo mewakili Tim Penggerak PKK Kecamatan Balong saat unjuk kebolehan pada hari pertama festival di Pendopo Agung, Senin (4/8/2025).

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Kami melakukan persiapan intensif selama dua minggu meskipun Sekar Wiromo sudah lama terbentuk. Latihan di bawah bimbingan dua pelatih,” kata Kepala Desa Dadapan Rusmiatin yang sengaja mendampingi langsung Sekar Wiromo saat tampil di festival.

Ibu-ibu anggota Sekar Wiromo harus rela berlatih karawitan rutin pada malam hari selama tiga jam mulai pukul 20.00. Mereka berkekuatan 20 orang yang terdiri delapan penggerong (paduan suara) dan 12 pengrawit. Pelatihan senam prolanis menjadi awalnya memisah latihan antara penggerong dan pengrawit. “Hari-hari terakhir baru latihan bersama. Langsung kompak karena mereka sudah sering tampil bersama,” terang Rusmiatin.

Kades perempuan itu memasang target Sekar Wiromo naik peringkat. Pada festival yang sama tahun lalu, Sekar Wiromo meraih juara harapan 3. Rusmiatin merasakan kekompakan dan penguasaan teknik anggota Sekar Wiromo meningkat. Ada peran Manto dan Lasirin, dua pelatih kawakan yang mendongkrak performa ibu-ibu PKK Desa Dadapan memainkan karawitan. “Kebetulan Pak Manto itu dalang,” ungkap Rusmiatin yang selalu mendampingi Sekar Wiromo saat latihan.

Dalam festival karawitan itu, setiap peserta membawakan gending wajib dan gending pilihan. Rusmiatin mengaku puas dengan penampilan Sekar Wiromo. Target naik peringkat dari posisi enam besar dirasanya tidak terlalu muluk-muluk. “Kami sudah berupaya maksimal, tinggal menunggu hasil,” ujarnya.

Dia kini juga tengah mengupayakan regenerasi penggerong dan pengrawit di Sekar Wiromo. Kalangan remaja di Desa Dadapan yang pernah aktif dalam ekstrakurikuler karawitan di sekolah diminta bergabung. Satu dua bibit baru mulai bermunculan. “Saya lega karena ada regenerasi di Sekar Wiromo yang berarti juga ikut melestarikan seni budaya warisan leluhur,” pungkas Rusmiatin. (kominfo/art)