Diwarnai Banyak Kejutan, Ini Juara Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar di Ponorogo
JUARA lomba gerak jalan tingkat pelajar di Ponorogo bukan lagi dominasi sekolah di kawasan kota. Peserta yang datang dari sejumlah wilayah kecamatan tampil sebagai juara lomba yang diikuti 151 regu mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK itu. Juara SD kategori putra, misalnya, adalah milik SDI Arrisalah Slahung, disusul SDN 1 Siman dan MI Ma’arif Mayak. Untuk kategori putri, SDN 1 Mangkujayan berhasil unggul, diikuti SDN Sumberejo Balong dan SDN Biting Badegan.

Di tingkat SMP, gelar juara putri diraih SMPN 2 Ponorogo, sementara posisi kedua dan ketiga ditempati SMPN 1 Siman dan SMPN 1 Ponorogo. Pemenang kategori putra adalah SMP Al-Muqoddasah, diikuti SMPN 2 Ponorogo dan SMPN 1 Jetis. Sedangkan tingkat SMA/SMK/MA, juara putra milik SMK PGRI 2 Ponorogo, dibuntuti SMAN 1 Ponorogo dan SMAN 1 Babadan. Kategori putri dimenangkan SMAN 1 Ponorogo, dengan SMAN 2 Ponorogo dan SMKN 2 Ponorogo berada di posisi berikutnya.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Wakhid Purwanto menyebut banyak kejutan mewarnai hasil lomba gerak jalan tingkat pelajar. Sejumlah sekolah yang semula tidak dijagokan justru berhasil naik podium. Penilaian berlangsung secara menyeluruh yang tidak hanya berdasarkan penampilan saat berbaris di jalan. “Penilaian dilakukan oleh juri independen dari unsur TNI dan Polri yang kami tempatkan secara tersembunyi di enam titik sepanjang rute lomba,” kata Wakhid, Kamis (21/8/2025).
Lomba gerak jalan bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) itu digelar selama tiga hari berturut, mulai 19 hingga 21 Agustus 2025. Persaingan semakin ketat karena satuan pendidikan di bawah naungan Kantor Kemenag Ponorogo ikut ambil bagian.
Setiap peserta telah dinilai sejak titik awal saat menampilkan yel-yel, hingga kekompakan formasi, kerapian barisan, kedisiplinan waktu, serta keutuhan regu saat mencapai garis finis. ‘’Penilaian bukan sekadar siapa yang paling keras meneriakkan yel-yel atau paling cepat finis. Hasil penjurian murni tanpa intervensi pihak manapun,” jelas Wakhid.

Wakhid menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan pihak sekolah yang telah berpartisipasi. Meski tidak semua regu berhasil membawa pulang piala, namun peserta dapat mengambil nilai-nilai semangat pantang menyerah, kerja sama tim, dan kedisiplinan. Pun, pihak penyelenggara akan melakukan evaluasi untuk perbaikan lomba tahun depan. (kominfo/dna)