Kang Giri dan AKBP Andin Duet Program Setiap Desa di Ponorogo Tanam Jagung Dua Hektare
BUPATI Sugiri Sancoko dan Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo sama-sama mencanangkan menanam jagung satu hektare di setiap 281 desa dan 26 kelurahan yang ada di Ponorogo. Karena itu, akan muncul 614 hektare lahan tanaman jagung dengan target panen pada Desember 2025.

Pencanangan program Satu Desa-Satu Hektare dan Satu Bhabinkamtibmas-Satu Hektare Jagung Hibrida Bhayangkara itu berlangsung di Sasana Praja, Senin (29/09/2025). Duduk deretan kursi undangan adalah seluruh camat, kepala desa, serta 307 anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas di masing-masing desa dan kelurahan.
“Ini bukan hanya soal menanam jagung, tapi tentang kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat. Pak Kapolres mencanangkan setiap Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat) mengawal penanaman satu hektare jagung, kami dari Pemkab Ponorogo juga mencanangkan satu desa satu hektare jagung. Maka minimal ada dua hektare tanaman jagung di setiap desa dan kelurahan yang berarti ada penambahan ratusan hektare lahan,” kata Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.
Kang Giri harus memastikan bahwa program duetnya dengan Kapolres Andin tidak menggerus lahan padi. Jagung akan ditanam di lahan-lahan yang memang sesuai agar produksi padi tetap terjaga. “Kita tidak ingin program ini justru mengurangi lahan padi. Maka, jagung biarlah ditanam di lahan yang tepat. Dengan begitu, ada penambahan nyata tanpa mengurangi tanaman padi,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa Ponorogo menjadi pelopor penggabungan program tanam jagung antara polres dan pemkab sebagai gerakan kolektif menuju swasembada pangan. Dengan 614 hektare lahan tanaman jagung, maka proyeksi panen mencapai 6.140 ton jika rata-rata produksi dipukul rata 10 ton per hektare. “Menjadi contoh kolaborasi nyata antara kepolisian dan pemerintah daerah, ini satu-satunya di Jawa Timur. Hasil panen jagung Desember nanti akan langsung diserap Bulog,” terang Andin.

Menurut dia, program tanam jagung dua hektare lahan setiap desa atau kelurahan itu selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan Asta Cita, khususnya ketahanan pangan. Kata Andin, komoditas jagung menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam. “Kalau harga jagung sebagai bahan pakan ternak terjangkau, maka harga telur dan daging ayam juga stabil. Dengan begitu, masyarakat luas yang merasakan manfaatnya. Itulah mimpi besar yang ingin kita wujudkan bersama,” tegasnya. (kominfo/mey)