VOID Jatim Touring Dua Hari Promosikan Potensi Pariwisata Ponorogo 

PRINGGITAN semakin multifungsi. Sebanyak 46 anggota Versys Owners Indonesia (VOID) Jawa Timur (Jatim) mengambil start dari depan rumah dinas bupati Ponorogo itu untuk melanjutkan touring, Jumat (18/10/2025). Bupati Sugiri Sancoko melepas langsung rombongan penggemar motor Kawasaki Versys 250 yang akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Ponorogo.

Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– menyambut antusias kedatangan puluhan anggota VOID Jawa Timur yang memilih Ponorogo sebagai tujuan touring. Sebab, mereka ikut mempromosikan potensi pariwisata di Ponorogo.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Bukan sekadar healing, tapi ada misi penting mengenalkan destinasi wisata. Ini adalah gerakan kecil yang bermakna sangat besar. Kegiatan menyenangkan yang memiliki efek domino luar biasa,” kata Kang Giri.

Bupati dua periode itu berharap semakin banyak klub otomotif atau komunitas lainnya yang berkunjung ke Ponorogo. Meningkatnya kunjungan wisata akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tanpa kecuali, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut merasakan manfaat. “Sektor pariwisata Ponorogo akan berkembang,” terangnya.

Kang Giri mengajak seluruh elemen terlibat dalam pembangunan sektor pariwisata di Ponorogo. Mulai dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, hingga media. “Dipadukan dengan perkembangan teknologi informasi. Kalau kolaborasi dengan konsep pentahelix dan hexahelix ini berjalan, maka dampaknya sangat luas,” jelas Kang Giri.

Sementara itu, Ketua VOID Jatim Dedy Kurniawan menyampaikan bahwa touring komunitasnya di Ponorogo bagian dari Asami (Adventure Sabtu Minggu). Penggemar motor Kawasaki Versys 250 selama dua hari akan mengunjungi Monumen Reog, Telaga Ngebel, dan sentra-sentra UMKM termasuk safari kuliner. “Asami kali ini mengusung tema Reog dengan tujuan mengangkat daya tarik Ponorogo,” ungkapnya.

Peserta touring akan mendokumentasikan lalu mengunggah aktivitasnya dalam bentuk konten digital. VOID Jatim selama ini ikut berperan  mempromosikan potensi wisata di sejumlah daerah. “Juga mengenalkan produk unggulan daerah seperti batik, makanan olahan, dan kerajinan tangan,” pungkasnya. (tim kominfo)