Di Tengah Keprihatinan, Gelar Dzikir Wa Maulidurrasul dan Haul Akbar Ponorogo

MAJLIS  Al-Khidmah membawa rombongan besar saat menggelar Dzikir Wa Maulidurrasul di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Minggu (16/11/2025) pagi. Ribuan jemaah datang dari sejumlah daerah hingga meluber ke halaman pendapa dalam kegiatan rutinan sekaligus Haul Akbar Ponorogo itu.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita tampak terharu berada di tengah-tengah jemaah Majlis Al-Khidmah. Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– menyebut Ponorogo sedang dalam kondisi prihatin sehingga mengharapkan adanya kebersamaan dalam membangun kembali ketenteraman daerah. “Saya memohon maaf atas semua yang terjadi dan InsyaAllah dengan adanya acara pagi ini kita bangun Ponorogo bersama-sama,” katanya.

FOTO: MEYLAN/KOMINFO PONOROGO
HARU: Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memberikan sambutan dalam Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Haul Akbar Ponorogo pada Minggu (16/11/2025) di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo

Bunda Lis juga berterima kasih atas terselenggaranya agenda Majlis Al-Khidmah yang secara berkala memilih lokasi di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo. “Semoga Ponorogo menjadi lebih tenteram dan ayem. Semua yang hadir diberikan kesehatan, panjang umur, banyak rezeki, tentram, dan masyarakat Ponorogo beserta seluruh pemimpinnya mendapat keberkahan dan barokah dari Allah,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Dewan Penasihat Jemaah Al-Khidmah Ponorogo Ustadz Muhammad Nugroho Noto Diharjo menjelaskan bahwa Haul Akbar ini adalah momentum berkirim doa kepada para leluhur dan guru spiritual. Majelis dzikir ini murni bertujuan 

mendekatkan diri kepada Allah. “Sebagaimana pesan dari pendiri Majlis Al-Khidmah yaitu Kiai Haji Ahmad Asrori Al-Ishaqy. Kita duduk di sini tidak ada tendensi kepentingan apa pun kecuali untuk bertaqarrub,” jelasnya.

Dia berharap para leluhur dan seluruh jamaah yang hadir  memperoleh kemuliaan di sisi Allah. “Kita berkirim doa agar Allah memuliakan para leluhur dan guru Ponorogo. Berdoa dan berdzikir bersama semoga menjadi wasilah agar Ponorogo diberikan rahmat dan barokah sehingga menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Cholil Dahlan, pengasuh PP Darul Ulum Jombang, ketika memberikan mauidhotul hasanah menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya rasa syukur atas keberkahan mampu berkumpul dalam majlis dzikir. “Kita bersyukur tinggal di Indonesia, di mana kegiatan berkumpul dan berdzikir diperbolehkan dan disambut baik oleh pemerintah, termasuk Kabupaten Ponorogo,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa tidak semua orang diberi kesempatan menikmati dzikir dan sholawat yang panjang. “Dzikir seperti ini tujuannya agar kita bisa menikmati. Jika sudah menikmati, kita bisa menjadi orang-orang yang husnul khotimah. Rasulullah dawuh, orang mati akan membawa kebiasaannya. Kalau terbiasa dzikir, semoga wafatnya dalam keadaan berdzikir,” tegasnya.

Dia mengingatkan, majelis dzikir mengajarkan makna serta adab dalam berguru, berdzikir, dan membaca sholawat. “Lewat majelis ini kita diajarkan tata cara berdzikir. Dengan adab itulah amal kita menjadi nikmat. Orang yang mengingat Allah, hatinya akan menjadi tenang,” ungkapnya.(kominfo/mey)