Seribu Lebih Santri PP Darul Huda Mayak Dapat Pencerahan Cara Sikat Gigi yang Benar

KENDATI sudah menjadi kebiasaan, orang sering salah kaprah dalam menyikat gigi. Sebanyak 1.088 santri kelas VII MTs Darul Huda Mayak mendapat pencerahan tentang menggosok gigi yang baik dan benar dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Ponorogo, Sabtu (29 November 2025). 

Perwakilan Pondok Pesantren (PP) Darul Huda Mayak KH Abdul Wahid Hasyim menyambut antusias penyuluhan yang mentransfer pengetahuan baru untuk seribu lebih santrinya itu. Apalagi, para dokter menerangkan kesalahan yang lazim terjadi dalam menyikat gigi. “Kelihatannya remeh, tapi muncul kesalahan yang begitu umum sehingga sering tidak disadari sebagai sebuah kekeliruan,” kata pengasuh pondok putra itu.

Foto: Yuskin
PDGI Gelar Penyuluhan Sikat Gigi untuk Santri MTs di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo

Menyikat gigi yang benar ternyata pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Durasinya paling singkat dua menit dengan gerakan melingkar yang menyentuh bagian luar gigi, bagian dalam gigi, dan bagian atas gigi geraham. Selain itu, perlu menggosok permukaan lidah karena dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.

Sementara itu, Ketua PDGI Cabang Ponorogo drg Yudi Wiyono mengungkapkan bahwa organisasi profesinya  secara rutin menggelar dua kali penyuluhan dalam setahun. Yakni, bersamaan Hari Kesehatan Gigi Dunia di semester pertama dan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) pada semester kedua. Pihaknya sengaja menyasar kalangan pelajar karena ingin memberikan edukasi sejak dini.

“Kami berharap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut juga tersampaikan ke anggota keluarga mereka. Bagaimana memilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat, cara menyikat gigi yang benar, serta perawatan gigi,” urai Yudi.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ikut memotivasi langsung para santri agar rutin menjaga kesehatan gigi. Sebab, gigi dan mulut menjadi tempat pertama masuknya makanan ke dalam tubuh. “Kalau terserang sakit gigi akan mengganggu aktivitas belajar para santri,” ungkap Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.

Menurut Bunda Lis, PDGI sudah mengambil peran dalam membangun generasi yang sehat. Apalagi, santri adalah calon pemimpin umat. “Menjaga kesehatan gigi dan mulut penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan,” pungkasnya. (kominfo/wbi)