Polres Ponorogo Tambah 100 Personel Operasi Ketupat Semeru 2026
PERAYAAN Idul Fitri 1447 Hijriah mendapat pengamanan ekstra. Operasi Ketupat Semeru 2026 berkekuatan 380 personel yang melibatkan anggota Polri, unsur TNI, dan petugas dari sejumlah instansi terkait di lingkup Pemkab Ponorogo. Kekuatan personel itu bertambah sekitar 100 orang dibandingkan operasi yang sama tahun sebelumnya.
Polres Ponorogo menggelar apel pasukan yang akan terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 pada Kamis (12/3/2026). Polisi mengambil peran lebih dengan menerjunkan 280 personel. “Untuk menjamin ketenteraman dan keamanan masyarakat dengan menciptakan kondisi yang bebas dari segala macam bentuk gangguan serta hambatan selama perayaan Lebaran,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo saat gelar pasukan di depan Paseban.

Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret. Apa fokus pengamanan? Perwira menengah polisi dengan dua melati di pundak itu menyebut antisipasi munculnya ancaman terorisme, premanisme, lonjakan harga bahan pokok, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM), serta maraknya penyakit masyarakat dan bencana alam. “Selain mengantisipasi potensi kemacetan di beberapa titik rawan yang setiap tahun terjadi bersamaan arus mudik maupun balik Lebaran,” terang Andin.
Pihaknya juga mencermati penumpukan pengunjung di sejumlah objek wisata. Andin mengaku sudah menyiapkan personel tambahan yang siap turun ke jalan mengatur arus lalu lintas di titik kemacetan. “Kami sudah mengantisipasi lonjakan pengunjung di kawasan wisata saat libur Lebaran,” ungkap Andin sembari menyebut pendirian pos pengamanan di sejumlah lokasi strategis.

Pun, Polres Ponorogo sengaja berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat jika terjadi longsor di jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo–Trenggalek. Alat berat bakal dioperasikan untuk menyingkirkan material yang menutup jalan. “Mempercepat proses evakuasi agar arus lalu lintas dapat kembali normal,” pungkas Andin. (kominfo/wbi)