Duo Luhur Nakhodai PMI Ponorogo, Dapat Tugas Urus Sertifikat CPOB Donor Darah
LUHUR Karsanto tetap menjadi nakhoda Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo itu kembali menjabat ketua periode 2026-2031. Sedangkan posisi wakil ketua dipercayakan kepada Luhur Apidianto. Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo Soeparno melantik “Duo Luhur” itu di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (29/4/2026).
Imam Utomo mendorong PMI Ponorogo meningkatkan tata kelola yang baik di berbagai aspek meliputi unit donor darah, peningkatan kapasitas relawan, hingga kaderisasi. Selain itu, segera menyusul empat daerah di Jawa Timur yang sudah memiliki sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB).

“Penyelenggara utama donor darah harus menguasai CPOB untuk memastikan darah yang ditransfusikan aman sesuai standar mutu BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” jelasnya.
Mantan gubernur Jawa Timur dua periode, itu menyebut Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Lumajang yang sudah memiliki sertifikat CPOB. Sedangkan Bojonegoro, Jember, Tulungagung sedang dalam proses mengurus ke BPOM.
Imam Utomo juga mengamanatkan kaderisasi Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah berlangsung dengan baik. Bersamaan itu, meningkatkan kompetensi relawan PMI dengan mengikuti beragam pelatihan. “Bencana itu tidak mengenal musim. Relawan PMI harus selalu siap turun tangan dalam kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Utomo juga melantik Ketua Dewan Kehormatan PMI Ponorogo Lembah Susanto. Pengurus dan dewan kehormatan PMI menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. “Tugas yang paling utama adalah menolong tanpa membeda-bedakan,” tegas Imam Utomo.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut peran PMI amat krusial dalam melakukan upaya kemanusiaan, mulai pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, hingga peran sosial yang menyentuh masyarakat langsung dalam berbagai situasi. “Pengurus dan dewan kehormatan PMI bukan sekadar jabatan, namun merupakan panggilan kemanusiaan yang menuntut dedikasi, keikhlasan, serta kerja nyata untuk membantu sesama,” ungkapnya. (kominfo/dna)