Pasar Tematik Dam Cokro di Ponorogo Tawarkan Ragam Kuliner Rikolo Semono

TIDAK lagi sulit menemukan makanan tempo dulu di Ponorogo setelah muncul Pasar Tematik Dam Cokro. Pasar tradisional yang menyuguhkan suasana rikolo semono dengan sistem transaksi menggunakan koin khusus itu berada di Kelurahan Cokromenggalan.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Sugiarto mengunjungi Pasar Tematik Dam Cokro, Minggu (10/5/2026). Seperti pengunjung lainnya, Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– harus menukarkan uang rupiah dengan koin khusus di pintu masuk sebelum membeli aneka kuliner yang ada di dalam pasar.

“Keren banget, salah satu event kreatif yang mampu memperkuat sektor pariwisata,” kata Bunda Lis tentang Pasar Tematik Dam Cokro yang buka dua minggu sekali itu.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Pengunjung disuguhi beragam penganan tradisional seperti seperti getuk, rebusan polo pendem, dan jajanan khas lainnya. Kendati pasar serupa sudah lebih dulu berdiri di sejumlah daerah, namun Pasar Tematik Dam Cokro tetap memiliki daya tarik tersendiri. “Cita rasa makanannya sudah enak, saya tadi mencobanya langsung. Pedagang perlu menjaga konsistensi ini,” terang Bunda Lis.

Bunda Lis menyebut Pasar Tematik Dam Cokro layakmenjadi alternatif destinasi wisata akhir pekan. Pun, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui aktivitas ekonomi kreatif. “Lingkungan alamnya mendukung, udara yang sejuk dan dekat aliran Sungai Cokromenggalan. Cocok untuk menikmati suasana pagi pada akhir pekan,” ujar Bunda Lis.

Sementara itu, Lurah Cokromenggalan Dwi Imbar Wahyono bakal menerapkan tema yang berbeda-beda di Pasar Tematik Dam Cokro Pengelola kali ini mengangkat tema pendidikan. “Bersamaan momentum peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional),” ungkapnya.

Dia mencermati warganya terus berkreasi dan berinovasi menciptakan produk kuliner untuk menarik pengunjung. Yang terang, keberadaan Pasar Tematik Dam Cokro mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. “Tentunya juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke Ponorogo,” pungkasnya. (kominfo/wbi)