Ziarah Makam di Grebeg Suro, Ambil Pelajaran Berharga dari Sejarah Ponorogo

MERUNUT sejarah panjang berdirinya Kabupaten Ponorogo dengan menziarahi makam para leluhur. Plt Bupati Lisdyarita bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo dan sejumlah kepala dinas harus menjalani jadwal padat saat berziarah di lima lokasi makam itu, Minggu (14/06/2026).

Rombongan kali pertana menziarahi makam Batoro Katong di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan. Batoro Katong yang memiliki nama asli Lembu Kanigoro dan putra Prabu Brawijaya V adalah pendiri Kadipaten Ponorogo sekaligus adipati pertama. “Mengetahui sejarah berguna untuk mengambil pelajaran berharga dari masa lalu.” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Ziarah berlanjut ke makam KRMA Mertonegoro di Desa Tajug Kecamatan Siman. Mertonegoro tercatat sebagai bupati ke-14 Ponorogo  yang menggagas perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke Kota Tengah. “Mengenang jasa KRMA Mertonegoro menjadikan kita berpikir dan bergerak untuk kehidupan yang lebih maju. Almarhum yang membangun pendopo, alun-alun, dan Masjid Agung,” terang Bunda Lis.

Selepas dari Tajug, rombongan bergerak ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari Kecamatan Jetis. Kiai Ageng Muhammad Besari adalah ulama besar yang mendirikan Pesantren Gebang Tinatar atau Pesantren Tegalsari, tempat lahirnya banyak tokoh dan ulama ternama di Nusantara.

Lokasi ziarah selanjutnya ke makam Raden Mas Tumenggung Tjokronegoro I (bupati  ke-15 Ponorogo) di Kelurahan Kauman yang masih keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari. Tjokronegoro kini diabadikan sebagai nama Masjid Agung Ponorogo.

Ziarah juga berlangsung di Astana Srandil di Desa Srandil Kecamatan Jambon, tempat RM Mertokusumo (patih Kabupaten Polorejo) dimakamkan. Gunung Srandil diyakini sebagai lokasi Mertokusumo yang setia mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Belanda.

Bunda Lis beserta rombongan mengakhiri ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti. Di TMP yang berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bangunsari, itu bersemayam jasad 285 pahlawan dari unsur,TNI, Polri, pejuang rakyat, hingga pahlawan tak dikenal.

Ziarah makam menjadi pembuka rangkaian upacara Grebeg Suro yang akan  berlanjut dengan Bedhol Pusaka, Kirab Pusaka, serta Laku Tirakatan. Bunda Lis berharap masyarakat tidak melupakan asal-usul daerahnya serta tokoh-tokoh yang ikut andil membentuk Ponorogo. “Tugas kita membangun keadaan dan peradaban masa yang harus lebih maju dari peradaban masa lalu,” pungkasnya. (kominfo/wbi)