Pelatihan Manajemen Bank Ekadharma Sasar Pelaku UMKM di Ponorogo
PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu melek ilmu manajemen. Bank Ekadharma lewat corporate social responsibility (CSR)-nya menggelar pelatihan manajemen yang menyasar sekitar 100 pelaku UMKM di Ponorogo, Selasa (23/6/2026).
“Pentingnya manajemen bagi para pelaku UMKM. Mayoritas sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk, tetapi belum sepenuhnya tertib dalam mengatur keuangan usaha,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ketika membuka pelatihan manajemen yang berlangsung di Pendopo Agung itu.
Pemkab Ponorogo menyambut positif ketika Bank Ekadharma menggulirkan Program BAGUS. Yakni, upaya pemberdayaan UMKM dengan menyinergikan kalanga bisnisman, akademisi, government (pemerintah), ulama, dan society (masyarakat). Bunda Lis — sapaan Lisdyarita– menyebut salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah tercampurnya keuangan usaha dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, modal usaha –termasuk pinjaman dari lembaga perbankan– tidak sepenuhnya digunakan untuk pengembangan bisnis.

“Harus dibedakan, mana untuk berbisnis dan mana untuk rumah tangga. Sehingga kelihatan perkembangan usahanya seperti apa,” jelasnya.
Menurut dia, Pemkab Ponorogo melalui dinas terkait berkomitmen pula memberdayakan UMKM. Apalagi, UMKM sudah mampu membuktikan sebagai sektor ekonomi kerakyatan yang tajam banting menghadapi krisis ekonomi di Indonesia pada 1997-1998 dan deraan pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. “Pelatihan manajemen akan memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha,” terangnya.
Sementara itu, Dwi Atmojo, direktur Utama Bank Ekadharma, mengungkapkan bahwa lembaganya menggelar pelatihan manajemen karena ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini sesuai tagline Bank Ekadharma yang berbunyi “Migunani Tumraping Liyan.” “Salah satu persoalan yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah manajemen pelaporan keuangan yang belum tertata dengan baik,” ungkapnya.

Terpisah, Arkom Kuswanjono, pemegang Saham Pengendali PT BPR Ekadharma Bhinaraharja, menyebut Program BAGUS terinspirasi dari cara pandang Mohammad Hatta tentang ekonomi kekeluargaan. Yakni, membangun usaha tidak seharusnya dengan semangat saling menguasai atau menjatuhkan, melainkan dengan semangat maju bersama.
“Ketika membangun usaha jangan menguasai semuanya sendiri. Jangan sikut sana dan sikut sini, tapi ayo maju bareng-bareng serta berkembang bersama,” ajak Arkom sembari berharap Program Bagus menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun ekonomi Ponorogo. (kominfo/wbi)