Doa Lintas Agama Tandai Delapan Dekade Pengabdian Polri

KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) lahir 1 Juli 1946. Doa lintas agama mewarnai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Ponorogo, Selasa (30/6/2026). Selain ungkapan syukur atas delapan dekade pengabdian Polri, doa bersama itu bertujuan memperkuat toleransi dan moderasi beragama, serta sinergi lintas elemen dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan hari jadi institusi. Namun, menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengawal berbagai program strategis pemerintah demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Andin dalam doa bersama yang berlangsung di Aula Wengker Polres Ponorogo.

Kapolres juga mengajak seluruh elemen untuk terus memberikan dukungan dan masukan kepada Polri agar semakin profesional, humanis, dan mendapat kepercayaan masyarakat. Apalagi, keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh Polri tanpa kolaborasi seluruh komponen bangsa. “Polri tidak dapat bekerja sendiri, mari terus kita jaga sinergi agar keamanan dan ketertiban di Ponorogo tetap terpelihara dengan baik,” jelas Andin di depan jajaran forkopimda, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan ormas.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan apresiasi atas peran Polri yang senantiasa berada di garda terdepan dalam menjaga kamtibmas. Doa lintas agama yang berlangsung serentak di jajaran Polda Jatim, kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita–, bagian dari ikhtiar spiritual untuk mendapatkan perlindungan dan kekuatan. “Polri menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ungkap Bunda Lis. (kominfo/rum)