Grebeg Sore Chapter I, Event Anak Muda Banget di Taman Kelono Sewandono
INGAR bingar Taman Kelono Sewandono akan lebih seru berkat gelaran Grebeg Sore Chapter I. Giliran anak muda yang mengambil peran dominan dalam event selama tiga hari (9 – 11 Juli 2026) di taman yang berada di Jalan Pramuka itu.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengacungkan jempol tangan kanan untuk Grebeg Sore Chapter I. Sebab, festival kreatif itu bakal mendorong kolaborasi lintas komunitas sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif. “Benar-benar murni dari anak-anak muda, semua acaranya dikemas dengan kreatif,” puji Bunda Lis saat membuka Grebeg Sore Chapter 1, Kamis (9/7/2026) malam.
Pengunjung mulai pukul 15.00 hingga 22.00 disuguhi Niken Gandini Dancer, PD Partners, Reyogland Hip Hop, Simbolic Nyawiji, dan Volcano Merapi Rafting di Main Stage. Bersamaan itu, Second Stage diramaikan LS Model Catwalk. Sedangkan Mini Stage menghadirkan Doremi Music Show. Berbagai komunitas juga mengisi area taman, mulai Poxiy BMX, Reyogboys Clan Graffiti, Little Bondy Skate, KOFPI, hingga puluhan tenant UMKM dan ekonomi kreatif. “Penyelenggara Grebeg Sore adalah komunitas secara mandiri. Ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam menghadirkan ruang kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” terang Bunda Lis.

Pihaknya mendorong lahirnya lebih banyak aktivitas positif yang diinisiasi anak muda. Karena itu, Bunda Lis mengajak masyarakat menyaksikan Grebeg Sore Chapter I yang mengusung tema “Titik Temu Seni Bermasyarakat.” Apalagi, kolaborasi antar-komunitas dapat menjadi modal penting untuk melahirkan kreativitas dan inovasi yang berdampak bagi kemajuan daerah. “Ayo teman-teman Gen Z ikut beri dukungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Project Owner Grebeg Sore Chapter I Andika Lukti Hasmi mengaku sengaja merancang event yang menggandeng lintas komunitas di Ponorogo. Di antaranya, komunitas otomotif, ilustrator, grafiti, clothing, zine, reptil, beauty hingga pelaku UMKM agar saling berjejaring. “Mengenalkan karya, dan memperluas ruang kreatif di tengah masyarakat. Ini acara lintas komunitas. kita ingin menghidupkan suasana Ponorogo yang lebih kreatif,” jelasnya.

Pemilihan lokasi di Taman Kelono Sewandono, imbuh dia, menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi ruang publik. Melalui aktivitas seni, interaksi anggota komunitas, dan ekonomi kreatif, maka ruang publik akan menjadi titik temu masyarakat untuk melakukan aktivitas produktif. Kalau Grebeg Suro adalah event besar Ponorogo, “Kami mengambil semangat Grebeg Suro dalam skala yang lebih kecil. Sore identik dengan suasana santai, tempat berkumpul, jagongan, dan berbincang. Itu yang ingin kami hadirkan melalui tema Titik Temu Seni Bermasyarakat,” pungkasnya. (kominfo/mey)