Ekonomi Kreatif (Ekraf)

KaTa Kreatif

Ponorogo Dikukuhkan Menjadi KaTa Kreatif Indonesia

Setelah dilakukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kota Kreatif Indonesia (PM3KI) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2022, Ponorogo dikukuhkan menjadi Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022. Kemenparekraf merekomendasikan seni pertunjukan reog sebagai lokomotif penggerak ekonomi kreatif di Ponorogo

Mixzone Creative Hub (MCH)

Mixzone Creative Hub (MCH) merupakan panggung semi terbuka yang terletak di Jalan Pramuka. MCH adalah reward dari Kemenparekraf setelah Ponorogo berhasil dikukuhkan menjadi KaTa Kreatif pada tahun 2022. Panggung yang diresmikan di penghujung tahun 2024 tersebut dibangun untuk menyediakan ruang serta dukungan untuk pengembangan jejaring, pengembangan bisnis, keterlibatan masyarakat dalam sektor kreatif, budaya, dan teknologi.

UCCN

Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network

Ponorogo resmi menjadi bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) pada Jumat (31/10/2025). Capaian luar biasa masuk jejaring 408 kota kreatif dunia itu melengkapi status seni ikonik Reog Ponorogo yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (ICH) oleh UNESCO. Ponorogo kini tercatat salah satu kota di dunia yang memiliki pengakuan berganda. Yakni, warisan budaya takbenda dan ekosistem kreatif yang hidup. Penetapan dari UNESCO membuktikan bahwa kreativitas yang berakar pada tradisi Reog Ponorogo telah berhasil membentuk industri kreatif yang resilien dan berdaya saing global. Yang menjadi dasar penilaian UNESCO dalam kategori crafts and folk art di Ponorogo berakar kuat pada ekosistem reog. Selain sebagai seni pertunjukan, Reog Ponorogo juga menciptakan aktivitas kriya bersamaan para perajin memproduksi dadak merak komplet, topeng Bujangganong, kostum, dan perangkat gamelan. Selain itu, ekosistem Reog Ponorogo memberikan dampak ekonomi kepada 23.840 pelaku seni pertunjukan dengan omset tahunan mencapai Rp 150 miliar. Sementara itu, sektor kriya (kerajinan) reog melibatkan 273 pelaku dan menghasilkan omset hingga Rp 6,4 miliar per tahun.

✨Satu Tahun, Seribu Cerita✨Tahun baru, semangat baru! Inilah deretan event pilihan yang akan mer
previous arrow
next arrow